Huistra menyadari Borneo FC bukan lawan mudah. Meski Pesut Etam baru kalah 1-2 dari Java United FC, dia tetap memberikan perhatian khusus terhadap kualitas permainan tim asal Samarinda tersebut.
Pelatih berkebangsaan Belanda itu telah mempelajari karakter permainan Borneo FC, termasuk kekuatan dan kelemahannya. Analisis tersebut menjadi dasar dalam mempersiapkan strategi PSS.
"Tentunya kami selalu memantau semua lawan dan menganalisis kekuatan serta kelemahan mereka. Tahun ini, Borneo FC juga bermain di kompetisi AFC yang menjadi tambahan beban bagi mereka. Jadi, kami melakukan persiapan dengan cara yang sama seperti biasanya," ujarnya.
Keikutsertaan Borneo FC dalam AFC Challenge League turut menjadi perhatian Huistra. Jadwal kompetisi Asia membuat Pesut Etam harus membagi fokus antara pertandingan domestik dan internasional.
Di sisi lain, PSS juga menghadapi tantangan jadwal padat. Empat pertandingan dalam waktu berdekatan menuntut Huistra menjaga kebugaran pemain sekaligus memaksimalkan persiapan taktik.