"Kita bisa memahami, teman-teman media di sini bisa menyalurkan hobinya bermain sepak bola yang biasanya hanya di pinggir lapangan, kali ini bisa bertanding dengan teman-teman yang lain," ujar Muhammad.
Muhammad berharap kompetisi tersebut dapat memperluas jaringan pertemanan dan mempererat silaturahmi antarpeserta. Bagi dia, Media Cup bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan juga kesempatan bagi awak media untuk saling mengenal dan membangun kebersamaan.
"Harapannya juga bisa untuk connect, untuk mendekatkan silaturahmi dengan teman-teman media lainnya. Yang belum kenal bisa jadi kenal dan semakin erat, dan akhirnya celebrate. Ini ajang kebersamaan untuk teman-teman media," lanjutnya.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, juga mengapresiasi konsistensi PSSI Pers yang mampu membawa Media Cup hingga penyelenggaraan kelima. Dia menilai mempertahankan sebuah program secara rutin merupakan tantangan tersendiri bagi penyelenggara.
"Ini edisi kelima, tidak mudah. Kadang-kadang menciptakan ide itu selalu banyak, tetapi membuatnya konsisten, membuatnya berkelanjutan, itu tantangan paling berat sebetulnya. Artinya, ketika setiap musim bisa digelar dan ada progres, ada peningkatan, ini nilai tersendiri," ungkap Asep.