Data ini menunjukkan keberhasilan Spanyol bukan berasal dari satu akademi saja, melainkan dari ekosistem pembinaan yang luas dan saling terhubung.
Dari sisi ekonomi, klub-klub yang membina pemain timnas Spanyol hingga kemudian mereka pindah ke klub lain mendapatkan lebih dari 466 juta euro atau sekitar Rp9,58 triliun dari biaya transfer sepanjang karier pemain tersebut.
Nilai tersebut belum termasuk pendapatan tambahan melalui mekanisme kompensasi pelatihan maupun solidaritas. Selain itu, sembilan pemain juara dunia yang masih berada di klub pembina memiliki nilai olahraga dan aset sekitar 545 juta euro atau sekitar Rp11,2 triliun.
Hal tersebut menunjukkan akademi bukan hanya menjadi sumber prestasi, tetapi juga aset ekonomi besar bagi klub sepak bola.
Pada musim 2025/2026, LALIGA menjadi liga lima besar Eropa dengan persentase menit bermain pemain binaan sendiri tertinggi. Sebanyak 20,1 persen menit pertandingan diberikan kepada pemain akademi.