Sanksi yang disebutkan itu dikhawatirkan dapat membuat Persija tidak lagi diizinkan menggelar pertandingan kandang di Stadion Patriot Candrabhaga.
Meski demikian pengelola stadion maupun pihak penyelenggara tidak menyebutkan mengenai aturan spesifik yang menjadi dasar pelarangan spanduk tersebut. Identitas institusi yang disebut memberikan instruksi juga tidak dijelaskan secara terperinci.
Para pendukung Persija tetap mempertahankan spanduk “ALL EYES ON KARHUTLA”. Mereka menolak permintaan pencopotan karena menilai alasan pelarangan belum disampaikan secara jelas dan tidak disertai keterangan mengenai pihak yang bertanggung jawab.
Spanduk tersebut akhirnya tetap terpasang di tribun hingga pertandingan berakhir. Dalam materi sumber, situasi ini disebut berlangsung tanpa insiden lanjutan yang berkaitan dengan keberadaan spanduk tersebut.
Aksi itu tidak berhenti di dalam stadion. Setelah meninggalkan tribun, kelompok suporter kembali membentangkan spanduk bertuliskan “ALL EYES ON KARHUTLA” di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di luar Stadion Patriot Candrabhaga.
Pembentangan di JPO menjadi kelanjutan penyampaian pesan yang sebelumnya ditampilkan di tribun selatan. Para suporter tetap membawa isu karhutla ke ruang publik setelah pertandingan Persija melawan Arema FC selesai.