ExpressVPN membantah tudingan tersebut. Perusahaan itu menegaskan belum pernah dinyatakan bersalah karena memfasilitasi pembajakan di yurisdiksi mana pun serta menyebut VPN sebagai perangkat untuk privasi dan keamanan, bukan celah bagi aktivitas ilegal.
Penolakan juga datang dari Association for the Protection of Sports Programs atau APPS. Organisasi yang menaungi sejumlah pemegang hak siar olahraga Prancis itu menyampaikan keprihatinan kepada FIFA atas permintaan sejumlah anggotanya, termasuk LFP Media.
LFP Media sedang berupaya menjaga nilai hak siar Ligue 1 menjelang peluncuran Ligue 1+. Platform baru tersebut diproyeksikan menayangkan seluruh pertandingan kompetisi kasta tertinggi Prancis secara eksklusif.
Direktur APPS Xavier Spender menilai ExpressVPN belum menerapkan langkah pemblokiran yang efektif di Prancis. Menurut dia, perusahaan tersebut juga terus menggugat permintaan pelaksanaan putusan pengadilan yang diajukan para pemegang hak siar.
“ExpressVPN belum menerapkan tindakan pemblokiran yang efektif di Prancis,” tulis APPS dalam surat keberatannya.