“Kenapa dia harus di depan walaupun badannya kecil? Tujuannya untuk mendistraksi lawan. Karena badannya kecil, dia bisa memanfaatkan segala peluang yang ada. Kebetulan, dia juga yang terbaik di kelas tiga, bahkan mampu mengalahkan teman-temannya yang laki-laki,” tuturnya.
Safira menjalankan instruksi pelatih dengan menunggu di dekat penjaga gawang lawan. Dia mengaku mendapat perlawanan fisik dari pemain bertahan SDN Penjaringan 06, tetapi tetap berusaha mencari peluang hingga mampu mencetak dua gol penentu kemenangan.
“Saya disuruh coach tunggu di depan kiper, terus saya mendapatkan perlawanan karena didorong-dorong sama bek lawan. Terus saya body balik. Karena berjuang terus. Setiap di rumah saya latihan terus sama teman-teman main bola. Dengan kemenangan ini, saya ingin terus meningkatkan kemampuan bermain agar bisa menjadi pemain yang lebih baik. Cita-cita saya adalah menjadi pemain sepakbola seperti idola saya, Cristiano Ronaldo,” kata Safira.
Persaingan sengit juga terjadi pada final KU 10 yang mempertemukan SDN Cakung Barat 05 dengan SDN Cikini 01. SDN Cakung Barat 05 akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 3-2, dengan Azkaradipta Syafirna Yusuf menjadi pemain kunci berkat torehan tiga gol.
SDN Cikini 01 lebih dahulu unggul pada menit ketiga melalui Syifa Anggraeni Sahrudin. Gol tersebut tercipta setelah Syifa memanfaatkan kesalahan kiper SDN Cakung Barat 05, Keisha Anindita Zahra.