Timnas Iran Terancam Dilarang Ikut Piala Dunia 2026

Abdul Haris
FIFA dikabarkan mempertimbangkan kemungkinan melarang Timnas Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026. (Foto: newsweek)

"Warga negara (mereka) dilarang sama sekali memasuki AS berdasarkan kategori visa apa pun, baik sebagai imigran maupun non-imigran."

Kebijakan larangan perjalanan ini diperkirakan akan berdampak pada ribuan pendukung Iran, yang kemungkinan besar tidak dapat hadir langsung untuk mendukung negaranya. Meskipun pengecualian mungkin diberikan kepada pemain dan ofisial, absennya suporter menjadi pukulan besar bagi semangat kompetisi.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga tidak lepas dari sorotan. Ia dituding terlalu dekat secara politis dengan Trump. Dalam berbagai kesempatan, Infantino terlihat mendukung kebijakan kontroversial, termasuk dugaan setuju untuk menghapus pesan antirasisme dalam Piala Dunia Antarklub yang juga digelar di AS.

Preseden pelarangan negara dalam Piala Dunia bukanlah hal baru. Rusia misalnya, telah diskors dari seluruh kompetisi FIFA dan UEFA sejak invasi ke Ukraina. Sementara Yugoslavia pernah dilarang tampil pada awal 1990-an akibat agresi militernya di Bosnia-Herzegovina.

Iran, yang menjadi negara Asia kedua yang lolos ke Piala Dunia 2026 setelah Jepang, bisa saja menjadi korban ketegangan politik ini. Jika tekanan terus meningkat, FIFA mungkin tidak punya pilihan selain mengikuti garis keras dari tuan rumahnya.

Meski belum ada indikasi AS akan dicabut dari status tuan rumah atau partisipasinya, namun keterlibatan negara tersebut dalam konflik bersenjata justru mempersulit posisi Iran. Sepak bola dalam konteks ini bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari panggung besar geopolitik dunia.

Situasi ini mengancam prinsip universalitas yang selama ini dijaga FIFA. Namun dalam realitas dunia yang kian bergolak, keputusan akhir bisa saja lebih ditentukan oleh politik dibanding semangat sportivitas. FIFA kini berdiri di persimpangan yang sangat menentukan bagi kredibilitasnya sebagai organisasi sepak bola dunia.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
15 jam lalu

Trump Sebut Meghan Markle Tak Hormati Raja Charles dan Ratu Elizabeth

20 jam lalu

Blak-blakan, Trump Senang Pangeran Harry dan Meghan Tinggalkan AS

1 hari lalu

Israel Siapkan Rencana Usir Seluruh Warga Gaza, Tunggu Restu AS

1 hari lalu

Rahasia Timnas Spanyol Jadi Juara Piala Dunia 2026, Bukan Sekadar Bakat tapi Sistem Akademi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal