Digempur Media Baru, Industri Penyiaran Tanah Air Perlu Beradaptasi dengan Tren

Wiwie Heryani
Industri Penyiaran Tanah Air Perlu Beradaptasi dengan Tren (Foto: unsplash)

“Yang kedua kita harus meningkatkan engangement kepada pemirsa. Bagaimana mendapatkannya kita menggunakan media sosial, media baru, untuk mendapatkan feedback dari pemirsa akan konten-konten yang kita tayangkan. Demikian pula kita menggunakan media sosial untuk mempromosikan program-program yang akan kita tayangkan ke depannya,” tuturnya. 

Strategi selanjutnya yakni konten-konten di televisi maupun radio harus mulai bisa dinikmati di multi platform, yang bisa diakses dengan mudah oleh penonton di manapun dan kapanpun. Pasalnya, kata Neil, saat ini Indonesia didominasi oleh penonton yang bisa dibilang ‘melek’ digital. 

“Dan yang terakhir, konten-konten yang ada di televisi dan radio itu harus bisa dinikmati di multi platform ya, kapanpun dan dimanapun. Jadi bukan hanya di TV, bisa di streaming, bisa di gadget, bisa di laptop dan seterusnya. Bisa dinikmati kapan saja, dimana saja,” tuturnya.

“Karena apa? Karena 57% dari masayrakat Indonesia itu adalah milenial. Mereka itu digital native. Mereka kalau mau nonton konten suka-suka mereka, waktunya, dimana, dan seterusnya. Nah penyiaran harus bisa mengcounter itu,” tutupnya.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
13 hari lalu

KTP2JB dan KPPU Teken Kerja Sama, Awasi Dugaan Pelanggaran Platform Digital

2 bulan lalu

MSIN Fokus Percepat Pertumbuhan Platform Digital hingga Pengembangan Bisnis

2 bulan lalu

Lindungi Pelaku Usaha Kecil, E-Commerce Dilarang Naikkan Biaya Sepihak

4 bulan lalu

Semua Platform Digital di Indonesia Wajib Patuhi PP Tunas, YouTube Kena Kartu Kuning

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal