Mantan Petinggi OpenAI Nilai Kecerdasan Buatan sebagai Anugerah, Tak Ada Bukti Ingin Membunuh Manusia

Dini Listiyani
Mantan Petinggi OpenAI Nilai Kecerdasan Buatan sebagai Anugerah, Tak Ada Bukti Ingin Membunuh Manusia (Foto: unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Kecerdasan buatan (AI) memengaruhi cara berbisnis, belajar, berinteraksi dengan dunia. Sejumlah peneliti pun khawatir kemajuan AI membuka kotak Pandora berupa kesengsaraan.

Namun, mantan eksekutif OpenAI Zack Kass justru memandang AI sebagai anugerah. Dia optimis kemampuan AI dapat membantu memecahkan masalah global.

"Saya rasa ada orang yang akan mengatakan kepada Anda, risikonya begitu besar sehingga keuntungannya pun tidak sepadan. Saya jelas tidak setuju dengan hal itu. Saya hanya tidak melihat bukti apa pun yang menunjukkan AI ingin membunuh kita semua.

AI sekarang memang mulai digunakan untuk membantu tugas manusia. Kemudahan ini tentu membuat otak manusia tidak bekerja lebih keras.

"Jika AI menyelesaikan semua masalah kita, apa yang akan dilakukan otak kita? Dan menurut saya, ada kemungkinan yang masuk akal untuk sementara waktu, otak kita akan berhenti berevolusi," kata Kass kepada Business Insider. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MICoCS 2026 Bahas Masa Depan Komunikasi di Era AI, Akademisi Lintas Negara Soroti Ancaman hingga Peluang

57 tahun lalu

220.000 Orang Belum Bekerja dan 50.000 Kena PHK di Indonesia akibat AI

57 tahun lalu

2.043 Talenta AI Baru Berhasil Dicetak, Lampaui Target BDT 2026

57 tahun lalu

Dokter di Daerah Terpencil Terbatas, DPR Usul Manfaatkan AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal