Mantan Petinggi OpenAI Nilai Kecerdasan Buatan sebagai Anugerah, Tak Ada Bukti Ingin Membunuh Manusia

Dini Listiyani
Mantan Petinggi OpenAI Nilai Kecerdasan Buatan sebagai Anugerah, Tak Ada Bukti Ingin Membunuh Manusia (Foto: unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Kecerdasan buatan (AI) memengaruhi cara berbisnis, belajar, berinteraksi dengan dunia. Sejumlah peneliti pun khawatir kemajuan AI membuka kotak Pandora berupa kesengsaraan.

Namun, mantan eksekutif OpenAI Zack Kass justru memandang AI sebagai anugerah. Dia optimis kemampuan AI dapat membantu memecahkan masalah global.

"Saya rasa ada orang yang akan mengatakan kepada Anda, risikonya begitu besar sehingga keuntungannya pun tidak sepadan. Saya jelas tidak setuju dengan hal itu. Saya hanya tidak melihat bukti apa pun yang menunjukkan AI ingin membunuh kita semua.

AI sekarang memang mulai digunakan untuk membantu tugas manusia. Kemudahan ini tentu membuat otak manusia tidak bekerja lebih keras.

"Jika AI menyelesaikan semua masalah kita, apa yang akan dilakukan otak kita? Dan menurut saya, ada kemungkinan yang masuk akal untuk sementara waktu, otak kita akan berhenti berevolusi," kata Kass kepada Business Insider. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Internet
1 jam lalu

Geger! Elon Musk Buka Rahasia Algoritma X, Begini Cara AI Menentukan Isi Feed For You

Internet
2 hari lalu

Mengejutkan! AI Mulai Jadi Acuan Memilih Destinasi Liburan

Nasional
5 hari lalu

Bos Danantara Ungkap Raksasa Teknologi Dunia Lirik Energi RI untuk Kembangkan AI

Nasional
11 hari lalu

Anies: AI Bikin Orang yang IQ-nya 120 Jadi 240, tapi...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal