Mantan Petinggi OpenAI Nilai Kecerdasan Buatan sebagai Anugerah, Tak Ada Bukti Ingin Membunuh Manusia

Dini Listiyani
Mantan Petinggi OpenAI Nilai Kecerdasan Buatan sebagai Anugerah, Tak Ada Bukti Ingin Membunuh Manusia (Foto: unsplash)

Kendati demikian, Kass mengatakan masalah semacam itu tidak jangka panjang. Dia menggambarkan kasus ini seperti internet yang memproduksi media sosial.

"Menurut pendapat saya ini konsekuensi jangka pendek," tuturnya.

Kass juga meragukan pemikiran AI dapat memperbudak manusia. Apalagi jika kecerdasan buatan itu telah dilatih berdasarkan pengalaman manusia. 

" Tidak ada yang bisa memberi saya alasan mengapa AI ingin memperbudak kita jika selaras dan dilatih berdasarkan pengalaman manusia. Mengapa AI ingin merugikan manusia? Saya rasa kita sudah begitu menginternalsisasikan gagasan manusia itu buruk, sehingga apa pun yang kita ciptakan pada dasarnya buruk dan menurut saya hal itu tidak benar," tuturnya.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
4 hari lalu

AI Assistant hingga Agentic AI Mulai Masuk Dunia Kerja, Pekerja Indonesia Harus Siap

5 hari lalu

Bappisus soal Isu Demo Agustus: Jangan Mudah Terprovokasi Kabar di Medsos, Bisa Dimanipulasi Pakai AI

9 hari lalu

LALIGA Ungkap Masa Depan Sepak Bola: AI Bakal Ubah Klub, Stadion hingga Pengalaman Penggemar

11 hari lalu

OJK Terima 1.379 Laporan Penipuan Berbasis AI, Deepfake Tokoh Publik Jadi Modus Terbanyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal