Baterai Smartphone Bisa Meledak, Begini Penjelasannya 

Intan Rakhmayanti Dewi
Baterai Smartphone Bisa Meledak, Begini Penjelasannya  (Foto: Unsplash)

Baterai Li-ion juga rentan terhadap panas berlebih, sehingga jika terpapar panas bisa terbakar atau meledak. 

Selain itu, baterai Li-ion sebaiknya digunakan tidak sampai habis 0 persen atau sampai mati. Banyak orang berpikiran bahwa baterai harus digunakan sampai habis. Tindakan seperti ini merupakaan penggunaan yang salah besar.

Selain membuat baterai berumur pendek, saat di charge baterai yang kosong akan dipaksa untuk lebih cepat mengisi dan membuat proses pengisian menghasilkan panas yang berlebih dan menghasilkan gas yang berlebih sehingga baterai bisa kembung.

"Makanya rata-rata ponsel akan memberi peringatan saat baterai mencapai isi tinggal 15 persen untuk di charge," ujarnya.

Beberapa penelitian terakhir bahkan menyatakan bahwa baterai Li-ion untuk berumur panjang, sebaiknya di charge saat kapasitasnya 50 persen - 70 persen.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia

57 tahun lalu

Hilirisasi Nikel Mendesak, Indonesia Kejar Kedaulatan Energi di Tengah Gejolak BBM Global

57 tahun lalu

Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?

57 tahun lalu

Tempat Penyimpanan Baterai EV Rentan Kebakaran, Tak Sembarangan Ruangan Dilapisi Cat Khusus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal