Pemerintah Imbau Pengembang Game Anak Hindari Konten Kekerasan, Klasifikasi Sesuai Kelompok Usia

Muhamad Fadli Ramadan
Pemerintah mengimbau pentingnya perlindungan anak dalam ekosistem industri game nasional dengan menghindari konten kekerasan. (Foto: Instagram Kemmondigi/Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengimbau pentingnya perlindungan anak dalam ekosistem industri game nasional. Sebab, banyak game yang mengandung unsur kekerasan dan dapat diakses dengan mudah anak-anak.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pentingnya perkembangan industri game nasional untuk memperkuat daya saing. Tapi, perlu dibarengi perlindungan terhadap anak-anak dari konten kekerasan.

"Kita ingin industri game di Indonesia terus tumbuh secara sehat, tetapi pada saat yang sama, kami juga menerima banyak sekali keluhan dari para orang tua tentang konten-konten yang tidak sesuai untuk anak-anak," ujar Menkomdigi dalam keterangan resminya dilanair Senin (7/7/2025).

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini mewajibkan setiap penyelenggara sistem elektronik (PSE), termasuk pengembang dan penerbit game menerapkan klasifikasi usia secara ketat.

"Kami tidak melarang game tetapi kami menunda akses konten kepada pengguna yang belum cukup usia. Ini bukan soal sensor, tapi soal tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat," kata Meutya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
12 hari lalu

Meutya Hafid Hormati Keputusan Raline Shah Mundur dari Stafsus Komdigi

15 hari lalu

Komdigi Perluas Pemberantasan Judi Online, Aliran Dana Jadi Sasaran

16 hari lalu

Studi Ungkap Game Minecraft Bisa Bantu Perkuat Ingatan Anak ADHD

22 hari lalu

Data Pribadi Menkomdigi Diduga Bocor, DPR Minta Ditangani Serius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal