Menghadapi perkembangan ancaman tersebut, perusahaan keamanan siber Bitdefender menjalin kerja sama distribusi dengan Gema Informatika Abadi (PT GIA) untuk memperluas akses terhadap teknologi perlindungan digital bagi konsumen di Indonesia.
Kerja sama tersebut mencakup distribusi berbagai solusi keamanan untuk komputer dan perangkat mobile, perlindungan identitas dan privasi, teknologi antipenipuan, serta pendeteksi deepfake.
Cakupan teknologi tersebut menggambarkan sejumlah pendekatan yang digunakan dalam perlindungan digital. Keamanan perangkat berfungsi mendeteksi dan mencegah ancaman seperti malware, sedangkan perlindungan terhadap phishing membantu mengenali upaya pencurian informasi melalui situs atau pesan palsu.
Sementara itu, teknologi perlindungan identitas dan privasi ditujukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan informasi pribadi. Adapun teknologi pendeteksi deepfake dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi konten sintetis yang dibuat menggunakan AI dan berpotensi digunakan dalam penipuan.
Senior Vice President of Operations Bitdefender Consumer Solutions Group, Ciprian Istrate, mengatakan AI telah dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk meningkatkan skala dan meyakinkan target dalam menjalankan aksinya.