Bisa Timbulkan Bencana, Microsoft Sebut AI Perlu Diregulasi

Tangguh Yudha
Microsoft Sebut AI Perlu Diregulasi (Foto: Possessed Photography/unsplash)

"Penggunaan AI untuk kejahatan pada saat pemilu sangat mungkin terjadi. Kita dengan mudah melakukan disinformasi di dalamnya. Tugas kita bagaimana menjadi garda terdepan untuk meningkatkan awareness masyarakat," tutur Panji.

Sekadar informasi, serangan siber sendiri terus meningkat seiring perkembangan zaman. Saat ini para penjahat sudah memanfaatkan AI yang dirancang khusus untuk aktivitas kejahatan di ranah digital, salah satunya WormGPT. 

WormGPT modul AI dengan fitur di luar chatbot tradisional, termasuk dukungan karakter tak terbatas, retensi memori obrolan, dan akan menjawab pertanyaan-pertanyaan bersifat ilegal. Chatbot AI yang satu ini banyak beredar di forum kejahatan dunia maya dan juga di dark web.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Omnirank, Jasa SEO Terbaik di Indonesia untuk Era AI Search

5 hari lalu

AI Mampu Analisis Gerakan Tubuh 3D dari Video Biasa, Sasar Olahraga dan Kesehatan

6 hari lalu

Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani

7 hari lalu

Kekayaan Michael Dell Anjlok Rp267 Triliun, Kini Jadi Orang Terkaya ke-4 Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal