“Menurut saya, bermain game itu ada masa depannya kalau kita tahu cara mengolahnya menjadi sesuatu yang produktif. Harus ada tujuan dan proses belajar,” katanya.
Dia mengatakan konsistensi menjadi tantangan terbesar dalam membangun audiens di era digital. Selain mengikuti perkembangan tren, kreator juga dituntut mampu menghasilkan konten yang relevan bagi penontonnya.
Fenomena meningkatnya jumlah kreator digital menunjukkan bahwa perkembangan teknologi telah membuka pilihan karier baru bagi generasi muda Indonesia.