Pemerintah juga memperluas pengawasan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Pengembang chatbot AI yang menyediakan simulasi hubungan seksual atau *role play* diwajibkan menerapkan batas usia minimum 18 tahun.
Fitur percakapan yang membahas topik intim atau konten serupa pada layanan AI juga akan dibatasi untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.
Selain menerapkan berbagai pembatasan tersebut, Inggris tengah melakukan penelitian terkait dampak penggunaan media sosial pada malam hari dan fenomena infinite scrolling atau kebiasaan menggulir layar tanpa henti yang dinilai dapat memicu kecanduan digital.
Menteri Teknologi Inggris Liz Kendall mengatakan kebijakan ini bertujuan mengembalikan kontrol penggunaan teknologi kepada keluarga dan orang tua.
"Perusahaan teknologi memiliki banyak sekali kesempatan untuk menjaga keselamatan anak-anak, namun mereka gagal bertindak. Itulah mengapa kami mengambil alih kekuasaan dari raksasa teknologi dan mengembalikannya ke tangan orang tua," kata Kendall.
Kebijakan ini menjadi salah satu regulasi digital paling ketat yang pernah diterapkan Inggris dan diperkirakan akan memengaruhi jutaan pengguna muda di negara tersebut.