Era AI, Komdigi Sebut Data Budaya Jadi Harta Karun Baru!

Annastasya Rizqa
Data kebudayaan menjadi bagian penting dari sumber data yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi digital seperti AI. (Foto: AI)

“Melalui digitalisasi kita bisa mendokumentasikan dan memperkenalkan karya, tradisi, dan pengetahuan budaya sehingga lebih mudah diakses melalui platform digital,” ucap Nezar.

Nezar menambahkan tren pengarsipan budaya secara digital saat ini juga berkembang di berbagai negara. Salah satu contohnya dilakukan Universitas Oxford bersama UNESCO yang merekonstruksi situs bersejarah Palmyra di Suriah menggunakan teknologi digital.

Dia mengatakan langkah tersebut menunjukkan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya dunia kepada masyarakat luas.

Nezar berharap kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital dapat mempercepat proses digitalisasi artefak serta pengetahuan budaya Indonesia.

Menurut dia, kerja sama lintas lembaga sangat dibutuhkan agar pelestarian budaya tidak tertinggal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Teknologi harus menjadi sarana untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kejayaan budaya bangsa kepada generasi masa kini dan masa depan,” kata Nezar.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
5 hari lalu

Kekayaan Miliarder Dunia Tembus Rp266,22 Kuadriliun, Melonjak 12,8 Persen

6 hari lalu

LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya

8 hari lalu

AI Lagi Tren UMKM Diminta Tak Ikut-ikutan, Ini Alasannya!

8 hari lalu

V+Short Diluncurkan di Hong Kong, Clarissa Tanoesoedibjo Ungkap Bidik Pasar Global sejak Hari Pertama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal