Dengan bayaran sekitar 200 dolar AS atau sekitar Rp3,3 jutaan per video, Schwarzenberger menilai nominal tersebut bahkan tidak bisa menutup biaya produksi.
"Itu bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya produksi bagi sebagian kreator. Jadi, menurutku ide Facebook ini tidak masuk akal," tegasnya.
Padahal, kreator dengan jutaan pengikut umumnya sudah meraup pendapatan jauh lebih besar dari kerja sama brand, monetisasi YouTube, hingga sistem membership.
"Sebagian besar kreator dengan lebih dari satu juta pengikut akan menghasilkan lebih banyak uang dari kesepakatan merek atau mungkin dari pendapatan langsung di YouTube atau keanggotaan," katanya.
Meski Facebook juga menawarkan tambahan penghasilan dari sistem monetisasi berbasis jumlah penayangan dan durasi tontonan, program ini dinilai hanya akan menarik kreator kecil.
Program ini, menurutnya, hanya akan menarik kreator kecil dan tidak akan memberikan dampak nyata dan tidak akan benar-benar menarik penonton di Facebook.