Jangan Sepelekan Kebiasaan Scroll Media Sosial, Otak Bisa Overstimulasi

Niko Prayoga
Kebiasaan menggulir layar ponsel dan membuka media sosial secara terus-menerus ternyata berdampak pada kesehatan mental. (Foto: Ilustrasi AI)

“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detoks media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” katanya.

Agar proses detoks tidak sekadar mengganti waktu scrolling dengan aktivitas digital lainnya, waktu luang dapat dialihkan ke kegiatan offline. Aktivitas fisik dan interaksi langsung dengan orang lain dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan keseimbangan rutinitas.

“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” ujarnya.

Memberikan jeda, seseorang dapat kembali memiliki waktu tanpa paparan notifikasi dan arus informasi yang terus bergerak. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu mengevaluasi kembali penggunaan media sosial agar aktivitas digital tidak mengganggu waktu istirahat dan keseharian.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Tempuh Jalur Hukum, Hary Tanoesoedibjo Resmi Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi

3 hari lalu

Di Mahasiswa Bersuara, Sherly Annavita Ungkap Alasan Berani Bahas Isu Sensitif 

4 hari lalu

iNews Campus Connect 2026 Digelar di Untar, Mahasiswa Diajak Bijak Bermedia Sosial

10 hari lalu

Sudaryono: Mayoritas Penghujat Prabowo di Medsos Robot, Dikendalikan Oligarki dan Koruptor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal