Jangan Sepelekan Kebiasaan Scroll Media Sosial, Otak Bisa Overstimulasi

Niko Prayoga
Kebiasaan menggulir layar ponsel dan membuka media sosial secara terus-menerus ternyata berdampak pada kesehatan mental. (Foto: Ilustrasi AI)

“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detoks media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” katanya.

Agar proses detoks tidak sekadar mengganti waktu scrolling dengan aktivitas digital lainnya, waktu luang dapat dialihkan ke kegiatan offline. Aktivitas fisik dan interaksi langsung dengan orang lain dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan keseimbangan rutinitas.

“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” ujarnya.

Memberikan jeda, seseorang dapat kembali memiliki waktu tanpa paparan notifikasi dan arus informasi yang terus bergerak. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu mengevaluasi kembali penggunaan media sosial agar aktivitas digital tidak mengganggu waktu istirahat dan keseharian.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!

1 hari lalu

Detoks Medsos 1-2 Minggu Penting untuk Kesehatan Mental, Ini Faktanya!

5 hari lalu

Menko Polkam Pastikan Situasi Dalam Negeri Aman Terkendali

6 hari lalu

Kronologi Penangkapan Perempuan yang Sebar Hoaks Demo Besar Agustus, Diciduk di Ciamis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal