Jangan Sepelekan Kebiasaan Scroll Media Sosial, Otak Bisa Overstimulasi

Niko Prayoga
Kebiasaan menggulir layar ponsel dan membuka media sosial secara terus-menerus ternyata berdampak pada kesehatan mental. (Foto: Ilustrasi AI)

Selain itu, media sosial juga dapat mendorong seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Berbagai unggahan yang menampilkan pencapaian, gaya hidup, hingga aktivitas orang lain berpotensi memunculkan tekanan psikologis jika dilihat secara berlebihan.

“Tujuan detoks media sosial adalah mengurangi melihat notifikasi terus menerus, menurunkan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dan menurunkan fomo (fear of missing out),” ucapnya.

Sebab itu, mengambil jeda dari media sosial atau melakukan social media detox dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan rangsangan digital. Detoks tidak selalu berarti harus menghapus seluruh aplikasi media sosial.

Seseorang bisa memulainya dengan langkah sederhana, seperti mematikan notifikasi, membatasi waktu penggunaan aplikasi, atau menentukan waktu tertentu untuk tidak menggunakan media sosial. Durasi detoks dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

dr Adam menyebut sejumlah penelitian menemukan durasi detoks yang berbeda-beda. Namun, sebagian penelitian yang dia rujuk menyebut jeda selama satu hingga dua minggu.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!

1 hari lalu

Detoks Medsos 1-2 Minggu Penting untuk Kesehatan Mental, Ini Faktanya!

5 hari lalu

Menko Polkam Pastikan Situasi Dalam Negeri Aman Terkendali

6 hari lalu

Kronologi Penangkapan Perempuan yang Sebar Hoaks Demo Besar Agustus, Diciduk di Ciamis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal