Kembangkan Kecerdasan Buatan, Grab Operasikan Lebih 1.000 Model AI dan Machine Learning

Dani M Dahwilani
Grab mengoperasikan lebih dari 1.000 model AI dan machine learning yang aktif digunakan di seluruh ekosistemnya. (Foto: AI)

JAKARTA, iNews.id - Grab membuat gebrakan di tengah masifnya adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perusahaan teknologi super app ini mengungkap penggunaan AI sebagai fondasi utama operasional bisnisnya di Asia Tenggara, bukan sekadar fitur tambahan atau eksperimen teknologi.

Langkah radikal itu dimulai pada 2024 saat Grab menghentikan sementara pengembangan fitur baru selama sembilan minggu. Keputusan tidak biasa tersebut diambil agar seluruh tim teknologi, mulai dari engineering, product, design hingga analytics, fokus berkolaborasi lintas fungsi bisnis untuk mengintegrasikan generative AI secara menyeluruh dan berskala besar.

Grab menjadikan AI sebagai kapabilitas inti yang menopang cara perusahaan menciptakan produk, mengambil keputusan strategis, serta menjalankan operasional di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pendekatan ini menandai transformasi besar Grab menuju organisasi berbasis AI secara end-to-end.

Hingga kini, Grab telah mengoperasikan lebih dari 1.000 model AI dan machine learning yang aktif digunakan di seluruh ekosistemnya. Alih-alih berdiri sebagai proyek terpisah, AI ditanamkan sebagai fondasi dengan filosofi “AI-First with Heart”, menempatkan teknologi sebagai penguat kemampuan manusia, bukan pengganti.

Pendekatan tersebut ditegaskan dalam Grab AI DevX Connect 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Forum ini mempertemukan engineer, pemimpin produk, praktisi data, hingga pengembang AI lintas industri untuk berbagi praktik nyata penerapan AI yang berorientasi pada manusia dan siap dioperasikan dalam skala besar.

Head of Product Strategy & Product Operations Grab, Anan Kasetra mengatakan, forum ini menjadi ruang terbuka untuk membahas realitas pengembangan AI di lapangan. “Kami ingin berbagi apa yang berhasil dan apa yang tidak. Grab mendorong penerapan AI secara bertanggung jawab dengan pendekatan human-centered agar talenta teknologi Indonesia siap mengelola sistem AI berskala besar yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan pers dilansir Selasa (27/1/2026).

AI National Advisor sekaligus Director of Innovation KORIKA, Andreas Tjendra mengungkapkan ekonomi AI di Indonesia diperkirakan mencapai 366 miliar dolar AS pada 2030. Namun, nilai tersebut sangat bergantung pada kesiapan talenta dan kemampuan menjalankan AI di sistem yang kompleks dengan manusia tetap memegang kendali.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Internet
1 hari lalu

Komdigi Buka Lagi Akses Grok AI di Indonesia, Pengawasan Ketat Harga Mati!

Internet
1 hari lalu

Usai Blokir Dibuka, Grok Dipantau Ketat Komdigi!

Internet
2 hari lalu

Komdigi Akui Serangan Siber Makin Canggih gegara AI: Ada Zero Click Attack!

Mobil
5 hari lalu

Departemen Perhubungan AS Akan Gunakan AI Buat Regulasi, Tuai Pro dan Kontra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal