Ketakutan Bisa Bikin Merinding, Begini Penjelasannya 

Dini Listiyani
Ketakutan Bisa Bikin Merinding, Begini Penjelasannya (Foto:Melanie Wasser/Unsplash)

"Untuk lebih memahami merinding, Anda harus memahami Anda memiliki dua otak - otak emosional dan otak berpikir - dan mereka merespons secara berbeda terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar Anda," katanya.

Otak emosional adalah yang utama. Seperti kelinci di hutan, ia terus-menerus mencari ancaman dan, ketika menemukannya, otak memicu reaksi fisiologis otomatis, yang dikenal sebagai respons melawan-atau-lari. Karena memicu respons bertahan hidup, otak emosional langsung aktif ketika merasakan bahaya, mengesampingkan otak yang berpikir.

Ketika berbicara tentang kejutan, Colver merujuk pada David Huron, penulis Sweet Anticipation: Music and the Psychology of Expectation: "Bagi otak emosional Anda, tidak ada kejutan yang menyenangkan."

"Jadi, ketika ada suara di lingkungan, termasuk suara musik, otak emosional tidak memprosesnya sebagai musik. Dia mendengar seseorang berteriak. Dia mendengar biola tinggi dalam frekuensi tertentu dan menganggapnya sebagai suara yang mengancam," ujar Colver.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
8 jam lalu

Tanaman Tamanu dari Sulawesi Ternyata Punya Senyawa Bioaktif untuk Kulit, Ini Fakta Ilmiahnya!

16 hari lalu

"Kalau Berani Laporkan Saja Bonatua?" Jawaban Saya sebagai Peneliti, Bukan sebagai Politisi

18 hari lalu

Riset Ungkap Aroma Masa Kecil Bisa Membekas hingga Dewasa, Ini Penjelasan Ilmiahnya

2 bulan lalu

Mensesneg Ungkap Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Dorong Peningkatan Penelitian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal