Menko Pratikno Tegur Google dan YouTube: Perlindungan Anak Tak Cukup Hanya Panduan

Niko Prayoga
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengkritik platform digital raksasa dunia, Google dan YouTube. (Foto: Niko)

“Oleh karena itu mari kita sama-sama tapi bukan semata-mata untuk edukasi tapi mohon juga kita memberikan developer teknologi yang memungkinkan guiden-guiden itu bisa diharuskan. Kalau semua orang sudah menggunakan itu, KPI anda sukses,” katanya.

Sementara itu, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara Danny Ardianto menyatakan Google dan YouTube memiliki tiga pilar utama untuk memperkuat ketahanan digital generasi muda, khususnya anak-anak. Salah satunya melalui dukungan kepada keluarga dengan alat perlindungan praktis seperti fitur Family Link.

“Melalui fitur family link, kami memberikan kendali penuh kepada orang tua untuk menyaring konten baik itu di Google Search Engine atau ada juga aplikasi yang boleh diinstal melalui Google Play bahkan termasuk mengunci device tersebut atau gadget tersebut jika waktu yang diberikan sudah habis dan harus menggunakan akses orang tua, harus berdiskusi dengan orang tua untuk bisa kemudian membuka akses-akses,” kata Danny.

Selain itu, Google dan YouTube juga menghadirkan pengaturan pada fitur YouTube Shorts yang bisa disetel hingga nol menit, sehingga anak tidak dapat mengakses konten short tertentu saat menggunakan perangkat orang tua.

“Kami menyadari bahwa kebutuhan keamanan anak usia 7 tahun misalnya berbeda dengan misalkan remaja 15 tahun. Oleh karena itu kami juga menginisiasi inovasi-inovasi terbaru seperti contohnya YouTube Shorts, untuk short form yang ada di YouTube itu dapat disetel ke 0 menit. Dan kemudian juga dan pengingat waktu tidur untuk memberikan fleksibilitas penuh bagi orang tua dalam membangun kebiasaan di rumah yang sehat,” ujarnya.

Danny menambahkan, upaya perlindungan digital tersebut telah diadopsi secara luas. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat penggunaan fitur pengawasan oleh orang tua.

“Sampai hari ini 92 persen orang tua yang menggunakan fitur pengawasan Google sepakat bahwa alat ini memberikan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak mereka,” katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pernah Jadi Tukang Parkir dan Kenek Bangunan, Debi Ceper Kini Tembus Layar Lebar!

57 tahun lalu

Ditinggal Orang Tua sejak Bayi, Debi Ceper Akhirnya Bongkar Sosok yang Membesarkannya

57 tahun lalu

Tak Banyak yang Tahu! Arrcely Idol Ternyata Punya Kebiasaan Unik sejak Kecil

57 tahun lalu

Sedang Jalani Koas, Arrcely Tak Menyangka Bisa Tembus TOP 9 Indonesian Idol!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal