“Melalui fitur family link, kami memberikan kendali penuh kepada orang tua untuk menyaring konten baik itu di Google Search Engine atau ada juga aplikasi yang boleh diinstal melalui Google Play bahkan termasuk mengunci device tersebut atau gadget tersebut jika waktu yang diberikan sudah habis dan harus menggunakan akses orang tua, harus berdiskusi dengan orang tua untuk bisa kemudian membuka akses-akses,” kata Danny.
Selain itu, Google dan YouTube juga menghadirkan pengaturan pada fitur YouTube Shorts yang bisa disetel hingga nol menit, sehingga anak tidak dapat mengakses konten short tertentu saat menggunakan perangkat orang tua.
“Kami menyadari bahwa kebutuhan keamanan anak usia 7 tahun misalnya berbeda dengan misalkan remaja 15 tahun. Oleh karena itu kami juga menginisiasi inovasi-inovasi terbaru seperti contohnya YouTube Shorts, untuk short form yang ada di YouTube itu dapat disetel ke 0 menit. Dan kemudian juga dan pengingat waktu tidur untuk memberikan fleksibilitas penuh bagi orang tua dalam membangun kebiasaan di rumah yang sehat,” ujarnya.
Danny menambahkan, upaya perlindungan digital tersebut telah diadopsi secara luas. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat penggunaan fitur pengawasan oleh orang tua.
“Sampai hari ini 92 persen orang tua yang menggunakan fitur pengawasan Google sepakat bahwa alat ini memberikan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak mereka,” katanya.