Menurutnya, penipuan yang terjadi di internet itu memberikan dampak hingga miliaran rupiah. Tingginya serangan yang terjadi di Indonesia itu sendiri tak luput karena pola perilaku pengguna sendiri.
Menurut Salahuddien, perlu ada perubahan sikap, rekayasa sosial agar orang bisa berubah. Pasalnya, ia menegaskan bahwa orang Indonesia itu sebenarnya melek terhadap keamanan, tetapi abai terhadap itu.
Ransomware Serang Sektor Finansial
Transaksi keuangan memang menjadi salah satu sasaran empuk para hacker menginfeksikan ransomware. Bahkan, baru-baru ini para ahli Kaspersky Lab telah menemukan malware yang menargetkan ATM dan dijual secara bebas di pasar gelap DarkNet populer AlphaBay.
Unggahan terbuka oleh penjual malware, yang ditemukan para penliti, tidak hanya berisi deskripsi tentang malware dan petunjuk tentang cara mendapatkannya, namun juga memberikan panduan langkah demi langkah terperinci tentang cara menggunakan malware dalam serangan, dengan instruksi dan tutorial.
Menurut hasil penelitian, toolkit malware terdiri dari tiga elemen yakni software Cutlet Maker, yang berfungsi sebagai modul utama untuk berkomunikasi dengan dispenser ATM. Lalu, program codecalc, yang dirancang untuk menghasilkan kata sandi agar bisa menjalankan aplikasi Cutlet Maker dan melindunginya dari penggunaan yang tidak sah. Terakhir, aplikasi stimulator, yang menghemat waktu bagi penjahat siber dengan mengindentifikasi status dari cassette ATM.