Riset IJTI: AI Permudah Kerja, tapi Tak Bisa Gantikan Jurnalis

Niko Prayoga
Mayoritas jurnalis menilai Artificial Intelligence (AI) memudahkan pekerjaan mereka, namun sebagian besar tidak sepakat AI dapat menggantikan peran jurnalis. (Foto:AI)

“Tapi fakta sekarang justru yang kena layoff bukan karena AI, tapi karena keberlanjutan media yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja,” ujar Wahyu.

Dia menegaskan, AI dalam praktik jurnalistik hanya berperan sebagai alat bantu. Keputusan akhir terkait akurasi dan kebenaran informasi tetap berada di tangan jurnalis.

“Jadi kesimpulannya AI adalah alat bantu, yang mengendalikan itu adalah manusia, yaitu jurnalisnya. Dan sekali lagi, tidak boleh menyerahkan sepenuhnya kepada AI, karena AI bisa salah data, bisa menarasikan, memanipulasi narasi atau membuat imajinasi terkait narasi-narasi yang kita minta,” kata Wahyu.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Pemerintah Dorong Platform Digital Bagi Keuntungan yang Adil ke Media, Lindungi Hak Jurnalis

22 hari lalu

Kronologi Jurnalis Jadi Korban Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil di Depok, Polisi Didesak Bertindak

23 hari lalu

Jurnalis Jadi Korban Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil di Depok, Iwakum Minta Diusut Tuntas

1 bulan lalu

BP BUMN Beri Tali Kasih ke Keluarga 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Terkena Musibah di Selat Sunda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal