Rusia Mulai Blokir Telegram Hari Ini

Dani M Dahwilani
Tolak mematuhi perintah memberikan akses keamanan kepada negara, Rusia membolokir layanan pesan seluler Telegram. (Foto: Reuters)

Telegram menolak permintaan dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) untuk memberi mereka akses ke pesan terenkripsi pengguna.

FSB menyatakan negara butuh akses ke layanan pesan untuk menjaga serangan teroris. Namun, Telegram berdalih jika pihaknya mematuhi akan melanggar privasi pengguna.

Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, adalah pelopor media sosial di Rusia tetapi meninggalkan negara itu pada 2014. Sejak itu, dia menjadi kritikus vokal terhadap kebijakan Kremlin tentang kebebasan internet.

Telegram banyak digunakan di negara-negara bekas Uni Soviet dan Timur Tengah. Layanan ini juga populer di kalangan wartawan dan anggota oposisi politik Rusia.

Ironisnya, Telegram juga digunakan oleh Kremlin untuk berkomunikasi dengan wartawan dan mengatur panggilan konferensi pers secara teratur dengan juru bicara Presiden Vladimir Putin.

Kantor juru bicara negara Rusia meminta para wartawan yang sebelumnya berlangganan Telegram untuk beralih ke obrolan yang telah diatur dalam layanan pesan ICQ. Di mana layanan ini merupakan bagian dari kelompok teknologi mail.ru Rusia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
5 hari lalu

Pesawat Pengebom Strategis Rusia Tu-95 Jatuh, 6 Kru Tewas

6 hari lalu

Rusia Kembali Bombardir Kiev, Pusat Data hingga Kantor Operator Seluler Terbesar Ukraina Jadi Sasaran 

8 hari lalu

Terungkap! Trump Desak Presiden Ukraina Zelensky Terbang ke Moskow Temui Putin, tapi Ditolak

12 hari lalu

Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal