Viral Angin Berpasir Terjang Lautan Pasir Gunung Bromo, Begini Penjelasan BMKG

Muhammad Davis
Viral Angin Berpasir Terjang Lautan Pasir Gunung Bromo (Foto:

Fenomena angin kencang ini kerap mengikuti musim kemarau ditambah faktor El Nino, di mana angin bertiup dari timur, kemudian membawa massa udara kering di musim kemarau, sehingga membuat angin lebih kencang.

"Di musim kemarau, kemudian angin bertiup dari timur, kemudian dia membawa massa udara kering dari wilayah timur kemudian ke Asia itu, jadi dia memang di musim kemarau lebih kencang," tuturnya.

BMKG Stasiun Klimatologi Malang mencatat, fenomena ini juga pernah terjadi pada 2019 di Kota Batu. Bahkan angin puting beliung bermaterialkan pasir itu pernah terjadi di kawasan Gunung Bromo pada Oktober 2023. Ini disebabkan massa udara lebih kering membuat tekanan permukaan tanah tidak stabil.

"Sehingga membuat masa udara di Indonesia lebih kering itu juga terjadi di Batu, angin kencang sampai kebun apelnya rontok," tuturnya.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
8 jam lalu

El Rumi Pastikan Tak Pernah Pakai Vape Mengandung THC, Ini Pengakuannya!

11 jam lalu

Terungkap! Ini Alasan Ruben Onsu Ngutang Rp3,5 Miliar hingga Jadi Tersangka

11 jam lalu

Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara usai Jadi Tersangka, Pastikan Tak Akan Kabur!

11 jam lalu

Ruben Onsu Ingin Damai usai Jadi Tersangka, Siap Bayar Utang Rp3,5 Miliar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal