Namun, kemampuan berlari cepat ternyata belum sepenuhnya diikuti kemampuan mengendalikan tubuh.
Beberapa robot dilaporkan kesulitan mengerem setelah melewati garis finis. Mereka bahkan menghantam matras tebal yang ditempatkan beberapa meter setelah garis akhir untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Tak berhenti di nomor 100 meter, robot dari model yang sama dengan juara sprint juga mencatat waktu 39,7 detik dalam lari 400 meter.
Catatan tersebut lebih cepat daripada rekor dunia manusia milik pelari Afrika Selatan, Wayde van Niekerk, yang mencatat waktu 43,03 detik.
Meski aksi robot berlari menjadi tontonan paling viral, tujuan kompetisi ini sebenarnya jauh lebih besar. Para penyelenggara ingin menguji sejauh mana robot humanoid mampu melakukan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan fisik dan presisi seperti manusia.