Robot diuji melakukan berbagai tugas, seperti pengisian daya kendaraan listrik, pekerjaan restoran, perakitan industri, pemindahan material hingga menyambungkan kabel.
Dalam tantangan menyambungkan kabel, misalnya, robot harus mampu mengenali benda, mengatur posisi tangan dan tubuh dengan tepat, memberikan tekanan yang sesuai serta memperbaiki kesalahan tanpa bantuan manusia.
Lebih dari 40 persen nomor dalam kompetisi tersebut bahkan mengharuskan robot beroperasi secara sepenuhnya otonom.
Di balik aksi spektakuler robot yang berlari dan bertanding, para pelaku industri menilai kemampuan menghadapi kondisi tak sempurna menjadi ujian sesungguhnya.
Di dunia nyata, kabel tidak selalu berada pada posisi ideal. Barang bisa bergeser, objek bisa berada di luar jangkauan dan gerakan robot bisa meleset.