Hasil awal Analisis Kesintasan Populasi atau Population Viability Analysis (PVA) bahkan menempatkan populasi macan tutul jawa di TNBTS dalam kategori risiko sedang. Analisis tersebut memproyeksikan kemampuan populasi bertahan hingga 100 tahun mendatang.
Artinya, macan tutul jawa masih memiliki peluang untuk bertahan dalam jangka panjang, dengan catatan habitatnya dikelola secara intensif dan konektivitas antarkawasan hutan tetap terjaga.
Ika mengatakan, perlindungan habitat dan pemantauan populasi secara berkala perlu terus diperkuat. Begitu pula dengan upaya menjaga konektivitas antarkawasan hutan serta meningkatkan kemampuan pengelola kawasan dalam menangani konflik antara manusia dan macan tutul jawa.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi juga menjadi bagian penting dari upaya pelestarian.
Warga Desa Penanggal, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Handrawilie Romneya Liefdie, mengatakan sebagian masyarakat merasa bangga karena macan tutul jawa masih ditemukan berkeliaran di kawasan hutan sekitar tempat tinggal mereka.