JAKARTA, iNews.id – Akar mangrove selama ini dikenal sebagai salah satu pertahanan alami kawasan pesisir. Sistem perakaran yang rapat membantu memperlambat arus air, meredam energi gelombang, dan menahan sedimen sehingga dapat mengurangi risiko pengikisan garis pantai atau abrasi.
Namun, fungsi akar mangrove ternyata jauh lebih kompleks. Bagian tanaman yang kerap terlihat mencuat dari lumpur atau terendam air tersebut justru menjadi salah satu komponen penting yang membuat ekosistem mangrove mampu menopang kehidupan berbagai organisme.
Di balik bentuknya yang tidak biasa, akar mangrove menyediakan ruang hidup, tempat berlindung, sekaligus area mencari makanan bagi berbagai biota pesisir.
Lingkungan di sekitar akar mangrove memiliki struktur yang relatif rumit. Akar yang saling bersilangan menciptakan celah dan ruang yang dapat digunakan ikan kecil, udang, kepiting, moluska, serta berbagai organisme lainnya untuk berlindung.
Kondisi tersebut menjadi penting terutama bagi organisme yang masih berukuran kecil dan rentan terhadap predator.