Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat pemanfaatan AI dalam kegiatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D).
"AI dapat membantu kami meningkatkan produktivitas R&D dan mempersingkat proses dari penelitian hingga produk dipasarkan," kata Mike Doustdar dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Dia melanjutkan, "Lebih dari itu, teknologi AI juga dapat membuka peluang ilmiah yang benar-benar baru serta membantu kami memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik."
Penemuan obat bukan proses sederhana. Ilmuwan perlu memahami mekanisme penyakit, mengidentifikasi kandidat senyawa yang berpotensi menjadi obat, serta melakukan serangkaian pengujian sebelum suatu produk dapat digunakan oleh pasien.
Dalam proses tersebut, AI dapat membantu peneliti mengolah dan menganalisis data, menyusun hipotesis, serta mengevaluasi kemungkinan yang relevan untuk diteliti lebih lanjut. Teknologi ini juga berpotensi membantu ilmuwan menentukan arah penelitian yang lebih menjanjikan.