Tak hanya konflik antarnegara, isu hak asasi manusia (HAM) juga dibahas dalam forum tersebut. Dalam UNHRC, peserta mengangkat tema 'Reassessing the Necessity of the Death Penalty' yang membahas kembali persoalan penerapan hukuman mati.
Sementara itu, forum ILO membahas persoalan yang lebih dekat dengan dunia kerja, yakni stigma dan diskriminasi terhadap pekerja dengan penyakit kronis dan penyandang disabilitas melalui tema 'Addressing Stigma and Discrimination Against Workers with Chronic Illness and Disabilities'.
Ketiga isu tersebut memperlihatkan luasnya persoalan yang harus dipahami generasi muda ketika memasuki percakapan global. Dari konflik geopolitik, HAM, hingga persoalan kesetaraan di dunia kerja, peserta dituntut melihat persoalan dari berbagai perspektif.
Kepala SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayjen TNI M.I. Gogor A.A., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan siswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap berpartisipasi dalam isu-isu global.
Dia menilai tantangan dunia saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, kesenjangan sosial hingga persoalan geopolitik.