Europa Clipper NASA Tabrak Ganymede, Bulan Terbesar di Tata Surya

Dini Listiyani
Europa Clipper NASA Tabrak Ganymede (Foto: NASA)

JAKARTA, iNews.id - Misi luar angkasa biasanya merupakan perjalanan satu arah dan itu memang benar untuk misi Europa Clipper NASA mendatang. Usai menyelediki potensi kelayakhunian Bulan Jovian akhirnya pesawat berakhir dengan kecelakaan yang disengaja. 

Menurut ilmuwan proyek misi Europa Clipper Bob Pappalardo, tapi alih-alih terjun ke Jupiter seperti yang telah direncanakan sebelumnya, pesawat luar angkasa itu sekarang mungkin menabrak Ganymede atau Callisto, dua Bulan Galilea Jupiter.

"Target pembuangannya, tadinya Jupiter, tapi menghemat propelan lebih efisien jika kita masuk ke Ganymede atau Callisto sebagai target pembuangan kita," kata Pappalardo dalam pertemuan itu, sebagaimana dikutip dari Space. 

Perubahan di lokasi pembuangan adalah salah satu dari beberapa langkah penghematan anggaran yang diambil dalam desain terbaru timeline Europa Clipper. Lainnya adalah pengurangan flybys Europa pesawat luar angkasa dari 53 menjadi 49, kecuali ada perpanjangan misi. 

Dari dua Bulan yang diperebutkan, Ganymede, Bulan terbesar di Tata Surya adalah yang terdepan karena impilkasi sainsnya yang potensial. "Mempengaruhi Ganymede alih-alih Callisto - atau, dalam hal ini, Jupiter - memiliki manfaat tambahan dari potensi sains sinergis dengan JUICE," kata Pappalardo, merujuk pada misi Jupiter Icy Moons Explorer Badan Antariksa Eropa, yang dijadwalkan diluncurkan pada 2023. Misi tersebut akan mempelajari ketiga bulan es Galilea, dengan Ganymede sebagai target utamanya.

"Jika misi JUICE masih berada di orbit Ganymede pada saat Clipper dibuang, ada potensi instrumen JUICE untuk melihat dampak itu dan mempelajari sifat Ganymede dengan cara itu," kata Pappalardo.

Europa Clipper tidak akan menjadi pesawat luar angkasa pertama di sistem Jupiter yang sengaja dihancurkan di akhir misi. Pada 2003, pesawat ruang angkasa Galileo NASA diarahkan untuk terjun ke Jupiter karena risiko menabrak Europa, yang, misi telah ditemukan, mungkin memiliki kondisi yang tepat untuk mendukung kehidupan. 

Setelah pesawat ruang angkasa menjadi tidak terkendali setelah kehabisan bahan bakar, itu bisa secara tidak sengaja menabrak Europa, sehingga mencemari bulan dan segala bentuk kehidupan potensial di atasnya.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Trump: AS Akan Kalahkan China dalam Perlombaan Menjelajahi Bulan

Internasional
7 hari lalu

Misi Kelilingi Bulan Usai, 4 Astronaut Artemis 2 Kembali ke Bumi dengan Selamat

Internasional
11 hari lalu

Rekor! Misi Artemis 2 Catat Perjalanan Luar Angkasa Terjauh Manusia dari Bumi

Internasional
11 hari lalu

Sejarah Baru! Artemis II Tiba di Bulan 7 April Dini Hari, Tonton di Sini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal