Di daerah yang dilewati antumbra, gerhana matahari cincin akan terlihat jelas. Sementara itu, wilayah yang dilewati penumbra akan dapat melihat gerhana matahari sebagian dan daerah lainnya yang terkena umbra dapat mengamati gerhana matahari total.
Berlangsungnya gerhana matahari hibrida ini disambut sangat baik oleh sebagian orang karena memang merupakan fenomena yang unik. Jenis gerhana tersebut bahkan terakhir kali terjadi pada 3 November 2013 silam.
Setiap tahunnya, terdapat dua hingga lima gerhana matahari yang terjadi. Namun selama abad ke-21, hanya 7 dari 224 (3,1%) yang merupakan gerhana Matahari hibrida.
"Peristiwa yang jarang dan tentunya Indonesia beruntung sekali bisa mendapatkan gerhana matahari total lagi. Catatan kecil gerhana matahari total yang akan melewati langit Indonesia baru tahun 2042," ujar Premadi, Kepala Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.
Menurutnya, Biak, Papua menjadi salah satu tempat yang bisa digunakan untuk mengamati gerhana matahari hibrida. Berlangsungnya gerhana tersebut bisa sampai 3 jam 5 menit.
"Gerhana matahari di Biak, Papua, berlangsung selama 3 jam 5 menit. Dengan durasi gerhana matahari total hanya 58 detik," tutur Permadi.
Apabila ingin melihatnya, masyarakat bisa menggunakan alat-alat, seperti lubang saringan, celah daun-daun yang rimbun, kacamata gerhana, hingga teleskop. Namun perlu diketahui bahwa mengamati gerhana matahari tidak diperbolehkan melalui kacamata las atau pantulan bayangan air karena dapat merusak lensa mata.