Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejagung Ungkap Toba Pulp Lestari Diduga Manipulasi Ekspor, Akal-akalan Kurangi Pajak
Advertisement . Scroll to see content

Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Pajak PT TPL Rp2 Triliun, Ini Jejak Sukanto Tanoto dalam Sejarah Perusahaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:34:00 WIB
Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Pajak PT TPL Rp2 Triliun, Ini Jejak Sukanto Tanoto dalam Sejarah Perusahaan
PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) (Foto: TPL)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi terkait praktik transfer pricing melibatkan PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) dengan kerugian keuangan negara mencapai Rp2 triliun. Perkara tersebut berkaitan dengan ekspor bubur kertas TPL kepada perusahaan afiliasinya yang berlangsung selama 17 tahun, pada periode 2008-2025.

Dalam perkara tersebut, Kejagung telah menetapkan dua aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Pajak berinisial BP dan SR sebagai tersangka, yang merupakan supervisor pemeriksaan pajak PT TPL Tbk. Penyidik menyebut dugaan praktik transfer pricing tersebut berdampak terhadap penerimaan pajak negara, dengan kerugian keuangan negara sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun. 

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Saiful Bahri Siregar mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan ekspor bubur kertas TPL kepada perusahaan afiliasi melalui modus under invoicing sejak 2008. Under invoicing merupakan praktik mencantumkan nilai atau harga barang dalam dokumen resmi, seperti faktur atau invoice, lebih rendah daripada harga sebenarnya. 

Dalam perkara ini, produk dissolving pulp PT TPL yang bernilai jual tinggi diduga dilaporkan dalam tahapan ekspor dari Indonesia sebagai produk paper grade pulp atau bleached hardwood kraft pulp (BHKP) dengan harga lebih rendah. 

"Sehingga berdampak pada penurunan nilai pajak badan atau perusahaan dari yang seharusnya diterima oleh negara," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut