Masalah kelembapan di area pabrik sering kali memicu efek domino yang merugikan operasional secara keseluruhan. Uap air berlebih memicu oksidasi dan korosi pada komponen presisi mesin yang berujung pada biaya downtime mahal.
Sementara di sisi lain, bahan baku seperti bubuk akan menggumpal dan material organik seperti kertas atau tekstil menjadi rentan terhadap pertumbuhan jamur. Akibatnya, lingkungan yang lembap ini mengubah karakteristik fisik produk secara signifikan, sehingga standar kontrol kualitas (QC) menjadi sulit dicapai secara konsisten dan meningkatkan risiko produk gagal.
Menyakapi itu, Notale mengembangkan teknologi dalam menjaga stabilitas udara di berbagai ruangan, mulai dari pabrik, gudang, laboratorium, hingga ruang arsip.
Teknologi pertama, Notale Dehumidifier Drymax. Alat ini dirancang untuk beban berat, yang mampu menyerap hingga 110 liter kelembapan per hari. Cakupan area luas hingga 350 m², Drymax adalah pilihan utama untuk gudang logistik besar dan lini produksi berskala luas yang membutuhkan kontrol RH secara instan.
Kedua, Notale Dehumidifier Xentra. Sistem ini memiliki kapasitas serap 60 liter per hari dengan jangkauan hingga 180 m². Xentra sangat ideal untuk area penyimpanan skala menengah atau laboratorium yang memerlukan tingkat presisi kelembapan tinggi.
Asisten Manager Brand Marketing Notale, Andro Stantop mengatakan Notale Dehumidifier Industrial tidak hanya punya daya serap lembap yang besar, tapi juga dilengkapi sistem kontrol cerdas untuk menjaga kelembapan ruangan tetap stabil dan akurat sesuai kebutuhan.
“Di area industri, kelembapan yang terkontrol itu penting untuk menjaga kualitas bahan baku dan performa mesin. Sebab itu, Notale Industrial Dehumidifier kami rancang agar kuat, presisi, dan siap bekerja stabil dalam jangka panjang,” ujarnya, dalam keterangan pers Kamis (5/5/2026).
Dia menuturkan pengoperasiannya mudah lewat layar sentuh dengan indikator kondisi ruangan secara real-time. Ditambah bodi kokoh untuk kerja 24 jam nonstop, alat ini jadi solusi untuk membantu melindungi area produksi dari jamur, karat, dan lembap berlebih. Upaya pencegahan sejak dini penting untuk menghindari kerugian besar akibat kerusakan yang tidak terlihat secara langsung.