"Presisi inilah yang menjadi salah satu nilai penting FLACS, terutama ketika operasi katarak tidak hanya bertujuan menghilangkan kekeruhan lensa, tetapi juga mengoptimalkan penglihatan setelah tindakan," katanya.
Teknologi ini juga memungkinkan dokter menyesuaikan tindakan operasi berdasarkan kondisi mata pasien, mulai dari anatomi mata, tingkat keparahan katarak, hingga kebutuhan penglihatan sehari-hari.
Tidak hanya teknologi bedah, inovasi juga terjadi pada pengembangan lensa tanam atau intraocular lens (IOL). Kini, pilihan IOL semakin beragam dan dapat dipersonalisasi sesuai gaya hidup pengguna.
Terdapat lensa monofokal untuk satu titik fokus penglihatan, multifokal yang mendukung penglihatan dekat hingga jauh, Extended Depth of Focus (EDOF) untuk transisi penglihatan yang lebih natural, hingga lensa toric untuk membantu mengoreksi mata silinder atau astigmatisme.
Menurut dr Nina, personalisasi ini menjadi penting karena kebutuhan visual setiap orang berbeda. Pengguna aktif gawai, pekerja kantoran, hingga pengemudi memiliki kebutuhan penglihatan yang tidak sama.