Mengintip Teknologi Cerdas di Balik Gedung Menjulang Tinggi

Dani M Dahwilani
Teknologi tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi mulai mengambil peran penting dalam mengubah cara gedung beroperasi. (Foto: Schneider Electric)

Persoalan tersebut membuat efisiensi tidak lagi cukup dilakukan secara manual. Pengelola gedung membutuhkan data untuk mengetahui bagian mana yang paling banyak mengonsumsi energi dan kapan konsumsi tersebut terjadi.

“Digitalisasi memungkinkan kita mengetahui apa yang terjadi di dalam gedung sebelum menentukan tindakan yang harus dilakukan,” katanya.

Gedung Biasa Jadi Bangunan Cerdas

Perubahan tersebut melahirkan konsep Bangunan Gedung Cerdas (BGC). Bangunan tidak lagi bekerja dengan sistem yang berdiri sendiri, tapi berbagai perangkat dapat terhubung dan bertukar data.

Kelistrikan, pencahayaan, sistem ventilasi dan pendingin udara (HVAC), pengelolaan air, lift, parkir hingga sistem keamanan dapat diintegrasikan dalam satu ekosistem. Sistem tersebut, pengelola tidak hanya mendapatkan informasi mengenai kondisi gedung. Data yang terkumpul juga dapat digunakan untuk menentukan langkah pemeliharaan dan efisiensi.

Baca Juga

Teknologi bahkan memungkinkan pengelola memantau konsumsi energi secara lebih cepat sehingga pemborosan dapat segera diketahui. Konsep ini semakin relevan dengan perkembangan regulasi di Indonesia. Pemerintah telah menerbitkan berbagai aturan yang mendorong penerapan bangunan cerdas dan manajemen energi.

Editor : Dani M Dahwilani
Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal