NASA Keluarkan Instrumen Baru, Digunakan untuk Mempelajari Debu yang Masih Jadi Misteri

Dini Listiyani
NASA Keluarkan Instrumen Baru (Foto: NASA)

Partikel debu yang lebih terang itu akan memantulkan sinar matahari, membantu mendinginkan planet ini. Di ujung spektrum yang berlawanan, partikel debu gelap justru akan menyerap energi matahari dan memiliki efek pemanasan. 

Dengan perubahan iklim yang telah memanaskan keadaan hingga tingkat berbahaya bagi kehidupan di Bumi, para ilmuwan benar-benar ingin tahu apakah debu membantu atau mengganggu upaya menstabilkan suhu global.

Di situlah EMIT dapat membantu. Mereka akan menggunakan instrumen yang disebut spektrometer pencitraan canggih untuk mengumpulkan lebih dari satu miliar pengukuran selama tahun depan, merekam komposisi debu di seluruh dunia. 

Untuk melakukan ini, instrumen benar-benar akan mengukur spektrum cahaya yang dipantulkan dari permukaan planet kita. Ini akan memberi tahu para ilmuwan berapa banyak debu di atmosfer yang berasal dari mineral gelap atau mineral ringan. 

Mudah-mudahan, itu akhirnya akan memecahkan misteri tentang efek debu secara kumulatif di planet ini, serta efek pemanasan atau pendinginan yang mungkin ditimbulkannya dari satu wilayah ke wilayah lain.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
30 hari lalu

Cuci Hidung Bisa Usir Abu Vulkanik? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan!

1 bulan lalu

Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya

1 bulan lalu

NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

1 bulan lalu

Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal