NASA Keluarkan Instrumen Baru, Digunakan untuk Mempelajari Debu yang Masih Jadi Misteri

Dini Listiyani
NASA Keluarkan Instrumen Baru (Foto: NASA)

Menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting untuk membangun model iklim yang lebih baik, yang digunakan para peneliti untuk mencoba memahami perubahan iklim apa yang mungkin terjadi bagi kita di masa depan. Untuk saat ini, model iklim umumnya menganggap debu berwarna kuning — rata-rata campuran debu berwarna gelap dan terang.

“Kami ingin mengirim [EMIT] karena kesenjangan dalam pengetahuan kami, ini terkait dengan iklim sekarang dan di masa depan, dan itu akan memungkinkan kami untuk memiliki informasi yang lebih baik untuk beradaptasi dengan perubahan iklim,” kata Green pada briefing.

Di luar perubahan iklim, data EMIT juga akan digunakan untuk mempelajari fenomena lain di Bumi yang dipengaruhi oleh debu. Debu dapat melakukan perjalanan ribuan mil dari Afrika Utara ke hutan hujan Amazon, di mana ia menyediakan nutrisi bagi tanaman. 

Debu juga memiliki andil dalam pembentukan awan, kualitas udara, dan bahkan ketersediaan air. Saat mendarat di salju, ia dapat mempercepat pencairan salju — yang menjadi andalan banyak wilayah, termasuk AS bagian barat yang kering, untuk mendapatkan air tawar.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
31 hari lalu

Cuci Hidung Bisa Usir Abu Vulkanik? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan!

1 bulan lalu

Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya

1 bulan lalu

NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam

1 bulan lalu

Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal