"Melalui PDRN berbasis tumbuhan, kami ingin menghadirkan alternatif bahan baku yang lebih sejalan dengan prinsip tersebut. Namun, yang terpenting bukan hanya dari mana bahan itu berasal, melainkan bagaimana keseluruhan formulanya mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan kulit konsumen," ujar Yudrika.
Dia menambahkan, pengembangan produk juga perlu mempertimbangkan tujuan formulasi agar konsumen mendapatkan produk yang nyaman digunakan dan sesuai dengan kebutuhan kulit.
"Bagi kami, ethical innovation bukan sekadar memilih bahan baku alternatif. Kami juga ingin memastikan bahwa setiap produk dikembangkan dengan tujuan formulasi yang jelas. Karena pada akhirnya, konsumen membutuhkan skincare yang tidak hanya sejalan dengan nilai yang mereka percaya, tetapi juga nyaman digunakan dan memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Kendati demikian, konsumen tetap perlu mencermati kandungan, fungsi, serta bukti keamanan dan efektivitas suatu produk sebelum menggunakannya. Label berbahan tumbuhan atau plant-based tidak otomatis menjamin produk lebih aman maupun lebih efektif.
Pada akhirnya, pemilihan skincare sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit, bukan semata-mata mengikuti tren bahan aktif yang sedang populer.