Pergi ke Mana Abu Vulkanik Anak Krakatau setelah Menjauh dari Pulau Jawa? Ini Penjelasannya

Muhammad Sukardi
Gunung Anak Krakatau. (Foto: Instagram)

Sebagian bisa jatuh kembali sebagai hujan abu di daratan. Sebagian lainnya dapat mengendap di laut. Ada pula partikel yang terus terbawa angin menuju wilayah yang lebih jauh sebelum akhirnya turun ke permukaan.

Menurut USGS, pola dan ketebalan endapan abu dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ukuran awal partikel, tinggi kolom erupsi, laju dan durasi letusan, serta kondisi angin. Secara umum, endapan abu juga semakin menipis seiring bertambahnya jarak dari gunung api.

Dengan kata lain, perjalanan abu Anak Krakatau dapat digambarkan sebagai sebuah siklus.

Gunung meletus, abu terlontar ke atmosfer, terbawa angin, bergerak mengikuti dinamika cuaca, lalu perlahan mengendap kembali di daratan maupun perairan.

Mengapa Abu Bisa Bergerak ke Arah Berbeda?

Daryono menjelaskan, semakin kuat sebuah letusan, semakin tinggi pula kemungkinan abu halus terlempar ke lapisan udara atas.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
24 jam lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Barat! BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Terdampak

1 hari lalu

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Lumpuhkan Pesawat, Ini Risikonya

1 hari lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Penumpang Terdampak Berhak Refund Tiket 100 Persen

1 hari lalu

Derita di Balik Erupsi Anak Krakatau: Bandara Ditutup hingga Abu Vulkanik Ancam Nyawa!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal