Kedua perusahaan mengumumkan nota kesepahaman pada 22 Oktober 2026 dalam Vietnam–Denmark Business Forum di Kopenhagen, Denmark. Salah satu bidang yang akan mereka jajaki adalah penguatan penanganan AOG, termasuk penempatan stok komponen di kawasan regional dan koordinasi logistik darurat.
Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup ketersediaan material. Vietjet dan Satair juga berencana mengevaluasi penggunaan analisis data untuk memperkirakan kebutuhan komponen, optimalisasi inventaris, layanan perbaikan, serta dukungan logistik untuk pengembangan fasilitas operasional Vietjet di Bandara Internasional Long Thanh.
Chief Executive Officer Vietjet Nguyen Thanh Son mengatakan pengelolaan rantai pasok menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan perawatan pesawat dan mendukung perkembangan operasional maskapai.
“Rantai pasok yang proaktif dan efisien merupakan fondasi penting bagi pengembangan armada, perluasan jaringan internasional, serta peningkatan layanan penumpang Vietjet secara berkelanjutan,” kata Nguyen Thanh Son.
Menurut dia, kerja sama dengan Satair diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan perawatan pesawat. Kemitraan itu juga diarahkan untuk mempersiapkan kebutuhan infrastruktur strategis, termasuk Bandara Internasional Long Thanh, serta memperkuat kemampuan teknis tenaga kerja lokal di Vietnam.