Dari sisi pemasok, Chief Executive Officer Satair Richard Stoddart mengatakan kesepakatan tersebut melanjutkan program Integrated Material Services (IMS) yang telah mendukung armada Airbus Vietjet.
“Dengan memperkuat fondasi program Integrated Material Services yang telah berjalan, kami berharap dapat mendukung pertumbuhan armada Vietjet sekaligus berkolaborasi dalam mengembangkan solusi rantai pasok yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis data untuk mendukung ambisi pertumbuhan jangka panjang Vietjet,” ujar Richard Stoddart.
Kedua perusahaan berencana membentuk Kelompok Kerja Bersama untuk mengevaluasi enam bidang kolaborasi, meliputi pengelolaan material, dukungan logistik di Long Thanh, pemanfaatan komponen yang masih layak digunakan, integrasi digital, penanganan AOG, serta pelatihan dan pengembangan tenaga profesional.
Kesepakatan tersebut menjadi kerangka untuk mengevaluasi dan mengembangkan kerja sama lebih lanjut. Belum ada data yang menunjukkan dampak langsungnya terhadap jumlah pesawat yang tertahan di darat atau ketepatan waktu penerbangan Vietjet.
Bagi penumpang, ketersediaan suku cadang mungkin bukan hal yang terlihat ketika memesan tiket. Namun, di balik operasional penerbangan, pengelolaan komponen dan perawatan yang sesuai standar menjadi bagian penting untuk memastikan pesawat siap digunakan dan memenuhi persyaratan keselamatan sebelum kembali mengudara.