Sepekan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Partikel Abu Vulkanik Masih Ada di Udara?

Muhammad Sukardi
Gunung Anak Krakatau. (Foto: Instagram)

Tetes air hujan dapat menangkap sebagian partikel di atmosfer dan membawanya turun ke permukaan melalui proses yang dikenal sebagai wet deposition.

Namun, hujan tidak berarti seluruh partikel otomatis hilang. Kondisi atmosfer, intensitas hujan, ukuran partikel, arah angin dan sumber emisi lain tetap menentukan kualitas udara di suatu wilayah.

Terlebih, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di sebagian wilayah masih didominasi musim kemarau, meskipun hujan lokal tetap berpotensi terjadi.

Mengapa PM2,5 Perlu Diwaspadai?

Partikel sangat kecil dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.

Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan di wilayah dengan konsentrasi partikulat tinggi untuk menggunakan masker. Kemenkes juga menekankan bahwa partikulat kecil seperti PM2,5 dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan tidak selalu terlihat secara kasatmata.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
8 jam lalu

Hari Ini Genap Sepekan Gunung Anak Krakatau Erupsi, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

11 jam lalu

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 19 Kali Gempa Terekam hingga Pagi Ini

21 jam lalu

Keluarga Berharap Jurnalis iNews Hilang Kontak Dekat Anak Krakatau segera Ditemukan Selamat

22 jam lalu

5 Jurnalis Sempat Pesan Hotel Dekat Posko Sebelum Hilang Kontak dalam Perjalanan ke Krakatau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal