Tetes air hujan dapat menangkap sebagian partikel di atmosfer dan membawanya turun ke permukaan melalui proses yang dikenal sebagai wet deposition.
Namun, hujan tidak berarti seluruh partikel otomatis hilang. Kondisi atmosfer, intensitas hujan, ukuran partikel, arah angin dan sumber emisi lain tetap menentukan kualitas udara di suatu wilayah.
Terlebih, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di sebagian wilayah masih didominasi musim kemarau, meskipun hujan lokal tetap berpotensi terjadi.
Partikel sangat kecil dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.
Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan di wilayah dengan konsentrasi partikulat tinggi untuk menggunakan masker. Kemenkes juga menekankan bahwa partikulat kecil seperti PM2,5 dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan tidak selalu terlihat secara kasatmata.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.