Peneliti kemudian membandingkan hasil pengukuran dengan batas paparan yang ditetapkan sejumlah lembaga kesehatan dan keselamatan kerja di Jepang serta Amerika Serikat. Perbandingan tersebut dilakukan untuk melihat konsentrasi parameter yang mengalami peningkatan setelah penggunaan produk tembakau yang dipanaskan.
Hasilnya, konsentrasi parameter yang mengalami peningkatan masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan otoritas terkait. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai perubahan kualitas udara dalam ruangan ketika produk tembakau yang dipanaskan digunakan.
"Untuk parameter-paramater yang meningkat secara signifikan, dapat dikonfirmasi bahwa konsentrasinya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan berbagai lembaga publik. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan juga memperoleh pemahaman yang lebih akurat mengenai dampak produk tembakau yang dipanaskan terhadap kualitas udara dalam ruangan (IAQ), serta menjadikannya sebagai data dasar untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan lebih baik," kata peneliti.
BRIN Dorong Penguatan Riset
Temuan studi di Jepang menambah kajian ilmiah yang membahas produk tembakau alternatif, terutama produk tembakau yang dipanaskan. Penelitian dengan metode dan parameter yang beragam dinilai dapat memperluas informasi berbasis bukti mengenai karakteristik serta profil risiko produk tersebut.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Anugerah Widianto, menilai perkembangan teknologi dan perubahan preferensi konsumen perlu diikuti kajian ilmiah yang memadai. Dia menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko dalam melihat perkembangan produk tembakau dan inovasi di sektor tersebut.