Ketika mobilitas manusia terhenti total pada 2020, virus Yamagata kehilangan inang untuk terus bereplikasi. Ini yang membuat virus tidak lagi ditemukan hingga sekarang.
Menanggapi hilangnya virus ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi terbaru bagi produsen farmasi untuk beralih dari vaksin kuadrivalen (4 strain) kembali ke vaksin trivalen (3 strain).
Ahli Alergi dan Imunologi Prof. Iris Rengganis menjelaskan, langkah ini diambil berdasarkan hasil pemantauan rutin WHO terhadap pergerakan virus influenza di seluruh dunia.
"WHO secara rutin melakukan pemantauan, dan sejak 2020 virus Yamagata tidak lagi ditemukan. Jadi, vaksin influenza trivalen dinilai lebih efektif di situasi sekarang," ujar Prof. Iris dalam diskusi kesehatan di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Vaksin trivalen terbaru ini dirancang untuk melawan tiga jenis virus yang masih aktif bersirkulasi di alam, yaitu: