Menurut perempuan yang akrab disapa Lady Gaiya ini, sebelum sebuah tas diterima untuk dititipkan, barang harus melewati proses pemeriksaan secara menyeluruh. Tahapan tersebut mencakup pengecekan kondisi fisik, kelengkapan aksesori, material, jahitan, hingga verifikasi keaslian.
Proses autentikasi menjadi salah satu bagian penting dalam pasar tas mewah preloved. Sebab, keaslian barang dan kondisi produk menjadi faktor utama yang menentukan nilai jual kembali di pasar sekunder.
Dalam layanan titip jual, penentuan nilai barang juga tidak hanya melihat harga saat pertama kali dibeli. Faktor seperti model, tahun produksi, kondisi, kelengkapan, tren pasar, hingga tingkat permintaan turut menjadi pertimbangan dalam menentukan harga.
"Bagi pemilik yang belum ingin melepas barang secara permanen melalui sistem jual putus, titip jual menjadi pilihan alternatif. Barang tetap dipasarkan dengan harga yang telah disepakati, sementara pemilik dapat memperoleh manfaat finansial dari koleksi yang dimiliki," katanya.
Meski demikian, setiap barang tetap harus memenuhi standar penerimaan. Pemeriksaan keaslian, kondisi, dan kelengkapan menjadi tahapan penting sebelum tas masuk dalam proses pemasaran.
Untuk memastikan keasliannya, tas tertentu turut diperiksa menggunakan teknologi Entrupy atau metode autentikasi lain yang disesuaikan dengan merek dan kategori barang. Adapun deretan merek mewah yang bisa dititipkan lewat layanan ini antara lain Hermès, Chanel, Louis Vuitton, Dior, Goyard, Gucci, Prada, Bottega Veneta, Saint Laurent, Celine, dan Fendi, hingga sejumlah merek premium lainnya yang memang memiliki pasar jual kembali yang stabil.
Melalui tren ini, pasar tas mewah preloved di Indonesia semakin berkembang dengan menghadirkan berbagai pilihan transaksi, mulai dari jual langsung, tukar tambah, hingga sistem titip jual yang menawarkan fleksibilitas bagi pemilik dan calon pembeli.