Menilik Tren Belanja, Barang Mewah Dipandang Jadi Aset

Dani M Dahwilani
Barang berharga kini dipandang bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga aset yang dapat diuangkan saat kebutuhan mendesak muncul. (Foto: ALLU)

Taku Matsumoto, product specialist ALLU asal Jepang, menjelaskan layanan ini merupakan bentuk adaptasi terhadap gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat. 

"Kepercayaan pelanggan tetap menjadi prioritas utama meski transaksi dilakukan di luar toko, karena proses penilaian tetap dilakukan langsung oleh tenaga ahli yang sama seperti di gerai," kata Taku Matsumoto.

Inovasi layanan ini menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat, sekaligus memberikan kemudahan dalam memperoleh dana dengan tetap mengutamakan standar penilaian dan kepercayaan pelanggan.

Baca Juga
Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejagung Mulai Lelang Barang Rampasan, Ada Mobil Ferrari hingga Kursi Firaun

57 tahun lalu

Dunia Tidak Stabil, Orang Kaya Diam-Diam Gadai Barang Mewah

57 tahun lalu

Belanja Online Lebih Hemat dan Seru dengan ShopeeVIP, Bonus Berlimpah!

57 tahun lalu

Temukan Barang Penumpang Senilai Rp29,8 Juta, KAI Sumut: Sudah Dikembalikan ke Pemiliknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal